Tuesday, 29 March 2011
Tips Menggunakan Alat Musik DJ Mixer
Tips Memilih DJ Mixer
DCR-SD1000, Kamera Bahu Yang Maksimal Minimalis
Techno - Para pekerja seni, khususnya juru rekam bakal punya mainan baru dgn dirilisnya Sony DCR-SD1000. Kamera bahu professional yg sangat terjangkau dgn teknologi yg terbukti canggih. Sensor Exmor R CMOS memapukan kita merekam gambar bahkan dgn kondisi ekstrim, alias low light. Dilengkapi juga dgn fitur Optical SteadyShot yg dikalangan pecinta kamera dikenal sebagai image stabilizer. Mengoptimalkan pengambilan gambar dgn mereduksi getaran halus yg timbul saat perekaman objek.
Apa lagi keunggulannya? Memori 32 GB dalam kamera ini membuat proses mrekam jadi lebih maksimal, hingga 8 jam dgn mode HQ. Tersedia juga microfon stereo untuk efek dan kualitas suara yg jernih dan tajam. Proses optimalisasi lensa semakin yahud dgn fitur Face Detection dan Face Touch, serta Smooth Slow Rec untuk memperoleh efek slow motion di 200 frame per secondnya!
Kamera ini juga mengusung teknologi G lens dari Sony. Lensa mutakhir ini hadir dgn desain dan teknologi control optic yg prima di kelasnya. Cukup bertenaga untuk bersaing dgn merk lain di pangsa camera sejenis. DCR-SD1000 juga hadir dgn layar sentuh WIDE 230k selebar 2,7 inci yg maksimal dan membuat kita leluasa melihat hasil rekaman.
Jadilah professional dgn kamera ini. Kamera ini dilengkapi dgn sambungan untuk berbagai terminal dalam satu rangkaian sekaligus. Olah hasil gambar dgn output yg tersedia dalam berbagai kanal seperti RCA Composite Video, RCA Audio L/R, Headphone out, MIC in Mini Jack, S video, USB mini dan remote. Dilengkapi dgn kemampuan menyimpan dalam berbagai format memori, seperti MS Pro Duo, MS Pro HG duo, SD Card, SDHC, SDXC, dan sebagainya.
Sumber: Blog.id.88db.com
Temukan Info Lain Seputar Phones
Ciri Khas Sepeda Motor Retro
Motorcycles - Buat yg suka modifikasi motor, tentu punya banyak style yg jadi pilihan untuk mendandani tunggangannya. Salah satu style yg tak lekang zaman adalah gaya retro. Gimana sih cirinya?
Retro identik dgn masa keemasan tahun-tahun lampau. Kiblat kendaraan khususnya motor dan mobil di tahun 70 hingga 80 an menjadi inspirasi sendiri bagi para penggemar modifikasi. Di era tersebut, balutan warna chrom serta tribal berbentuk kilatan api adalah ikonnya. Untuk sepeda motor, pemilihan headlamp dan cluster bergaya retro klasik sering jadi pilihan.
Untuk pemilihan warna biasanya jatuh pada warna solid, seperti hitam, cokelat, putih, merah ataupun kuning. Warna-warna ini biasanya diaplikasikan dalam berbagai wujud dan rupa, misalnya pengecatan tangki bahan bakar, rangka kendaraan sampai warna velg yg disesuaikan.
Satu lagi, biasanya ciri modifikasi retro hadir dgn velg ukuran besar, baik untuk motor maupun mobil. Kombinasi velg besar dan pemilihan warna serta aksesoris yg tepat akan dapat menghadirkan aroma retro tersendiri untuk kepuasan nostalgia penggemarnya.
Sumber: Blog.id.88db.com
Temukan Info Lain Seputar Cars
Menikmati Salah Satu Monumen Cinta Termegah
Travel - Banyak cara mengungkapkan cinta. Salah satunya dgn membangun sebuah monumen atau landmark yg dapat dijadikan bukti perjalanan cinta sepasang manusia. Selain Taj Mahal di India, monument cinta paling megah dan menjadi simbol kesetiaan serta cinta yg tak kunjung sirna adalah jembatan Brooklyn Bridge di Amerika Serikat.
Monumen megah yg menghubungkan dua kota Brooklyn dan Manhattan ini menjadi bukti kegigihan dan perjuangan pantang menyerah serta kesetiaan seorang istri pada sang suami. Adalah John August Roebling seorang arsitek yg hadir dgn rancangan jembatan gantung termegah tahun 1865 untuk menghubungkan dua kota penting itu. Rancangannya terdengar mustahil dan mengundang pesimis di kalangan banyak orang. Idenya baru menuai hasil empat tahun kemudian ketika presiden Ullysess Grant merestui dimulainya mega proyek tersebut. Satu-satunya orang yg mendukung ide gilanya adalah Washington Roebling, sang anak.
Singkat cerita John meninggal karena tetanus sebelum peletakan batu pertama. Proyek terancam gagal namun dgn tekad kuat dilanjutkan oleh sang anak. Ia percaya rancangan jembatan ini dapat diwujudkan dan telah matang secara teknis. Washington pun membujuk para pemodal untuk tetap menginvestasikan dananya lalu mulai membangun. Tiga tahun membangun terjadilah kecelakaan teknis yg menyebabkan Washington lumpuh total, mengalamai cacat fisik dan satu-satunya anggota tubuh yg bisa digerakkan hanya telunjuk jari tangan kanannya. Kembali, rencana pembangunan terancam gagal dan benyak mendapat sindiran untuk segera mengakhiri proyek mustahil itu.
Washington tidak patah arang. Ia tetap berkomunikasi dgn sang istri, Emily Warren Roebling dgn menggerak-gerakkan jari tangannya. Entah bagaimana, sang istri yg demikian mengasihi sang suami dapat mengerti setiap keinginannya meski hanya melalui bahasa isyarat. Dgn cara inilah kemudian Washington memerintahkan pengerjaan jembatan dilanjutkan. Emily yg cerdas segera mengambil inisiatif mempelajari matematika dan seni arsitektur untuk memperjelas instruksi sang suami. Dgn menggerak-gerakkan jari tangannya Washington menginstruksikan banyak hal pada Emily. Setiap hari selama 10 tahun ia melakukan itu!!
Emily pun melanjutkan apa yg dikatakan Washington kepada para insinyur dan pekerja sehingga mereka pun meneruskan pembangunan. Perlahan tapi pasti jembatan suspensi termegah di negara Paman Sam itu akhirnya berdiri kokoh dan selesai bulan Mei 1883!
Kesetiaan dan kecintaan Emily pada suaminya membawa monumen megah ini menjadi bukti sejarah cinta sehidup semati. Dalam suka dan duka, sehat dan sakit, Emily mendampingi sang suami dan mengerti setiap hal kebutuhan yg diperlukannya. Kisah cinta hebat yg melatar belakangi berdirinya jembatan ini kemudian diabadikan dalam sebuah monumen yg terletak di tower Brooklyn dan New York di jembatan tersebut. The power of love.
Sumber: Blog.id.88db.com
Temukan Info Lain Seputar Travel